Selasa, 21 Januari 2014

Peri Violet dan Sepatu Ajaib





Disebuah negeri peri bermukim seorang peri cantik bernama Violet. Negeri peri Violet terletak diantara gugusan awan berwarna keemasan, negeri itu sangat indah. Bunga selalu mekar tak kenal musim demikian pula buah-buahan  selalu ranum dan siap disantap. Udaranya pun sejuk tak pernah terlalu panas ataupun terlalu dingin. Itu karena semua peri yang tinggal disana selalu menjaga keseimbangan alam. Mereka selalu menjaga kebersihan sungai-sungai dan tak pernah mengotori lingkungan. Para peri hidup rukun dan saling menyayangi, mereka dipimpin oleh ratu peri bernama ratu Tatiana yang sangat cantik dan bijaksana. Masing-masing peri mempunyai tugas yang harus dikerjakan setiap hari termasuk peri Violet.
Tugas peri Violet adalah membubuhkan embun setiap pagi ke seluruh helai daun, kelopak bunga dan rerumputan.  Hal itu harus ia lakukan sebelum matahari terbit. Peri Violet tak boleh lupa atau terlambat dalam mengerjakan tugasnya karena apabila peri Violet lupa melakukannya maka tumbuhan dan rerumputan yang ada dibumi tak akan sanggup bertahan dari teriknya matahari disiang hari.
Pagi itu seperti biasanya peri Violet terjaga dan bersiap-siap untuk melaksanakan tugasnya, suasana di negeri peri masih sangat sunyi , baru beberapa peri saja yang terbangun antara lain peri lily yang bertugas membuka tirai langit sehingga langit akan terlihat kebiruan di pagi hari, ada juga peri Lovely yang membangunkan seluruh hewan terutama ayam jantan untuk berkokok membangunkan seluruh manusia di negeri bumi.
Seperti biasanya  sebelum bertugas peri Violet tak lupa merapikan diri . Setelah merapikan sayapnya yang indah bagai pelangi, dia menyisir  rambutnya dan mengenakan gaun berwarna ungu sesuai dengan namanya, peri Violet.  Diperiksanya kantong embun yang harus dia bawa untuk ditaburkan ke bumi.
“ Ah, sudah cukup  persediaan butiran embun untuk pagi ini “ katanya dalam hati.
Peri Violet bergegas mengenakan sepatu kesayangannya. Sepatu peri Violet sangat indah dihiasi lonceng Kristal berwarna warni sehingga mengeluarkan bunyi gemerincing yang lembut setiap kali dirinya bergerak kian kemari. Sepatu peri Violet adalah sepasang sepatu ajaib, sepatu tersebut bisa berbicara dan bergerak sendiri, apabila peri Violet memerintahkan mereka untuk datang mendekat mereka segera menghampiri peri Violet, bahkan sepasang sepatu tersebut dapat menuruti perintah lainnya, seperti ketika peri ingin mengenakannya,  sepasang sepatu tersebut langsung menuju kearah kakinya.
Peri Violet sangat sayang pada sepatunya, dia menamakan sepasang sepatunya dengan nama Flip untuk sepatu sebelah kiri dan Flop untuk sepatu sebelah kanan.
Dipangilnya Flip dan Flop pagi itu, “ Flip……….Flop “
Tiba-tiba kedua sepatunya telah hadir dihadapannya, seperti biasanya mereka menyapa peri Violet dengan cerewetnya .
“ Pagiiii ….peri Violet “ kata Flip sambil meloncat loncat di depan kaki peri Violet.
“Haloooo…….” Flop hampir menabrak lutut sang peri saking semangatnya.
“Aduh…aduh, kalian ini selalu saja membuat keributan, ayo segera berangkat” kata peri Violet dengan nada sedikit tak sabar.
Kedua sepatu itu langsung meloncat kearah kaki peri, hup , akhirnya mereka terpasang dengan sempurna  di kedua kaki peri yang indah.
Namun tanpa disangka-sangka dengan tiba-tiba Flip dan Flop melaju membawa kaki peri Violet kearah yang berlawanan, wuzzzz  kaki peri Violet saling bersilangan, untung saja kedua sayapnya sigap berkepak. Meskipun sedikit limbung peri Violet tak sempat terjatuh.
“Aduh kenapa sih kalian ini, kenapa tidak hati-hati? Hampir saja aku celaka karena ulah kalian.” Kata peri Violet sambil terus menjaga keseimbangan.
Belum sempat peri Violet meluruskan tubuhnya dengan tiba-tiba Flip dan Flop sama-sama melangkah maju dengan tergesa-gesa sreet….sreeeet ….wuzzz kepala peri Violet seperti tertarik ke belakang sedangkan tubuh nya hampir terletang, tangan kirinya  meronta-ronta mencoba mencari pegangan . Tangan kanan peri Violet mencengkeram erat persediaan embun di kantung yang sedari tadi dia bawa, sekali lagi sayapnya mengepak-ngepak cepat menyelamatkan tubuhnya dari terjatuh.
“Stop…..!!! berhenti kataku!!! “ suaranya melengking karena panik bercampur marah. Sejenak kesunyian pagi terusik oleh kegaduhan di bilik peri Violet yang berbentuk bunga tulip.
“ Ada apa Violet?! “ Tanya peri Lovely dari bilik sebelah .
“ Entahlah…., Flip dan Fop bertingkah aneh pagi ini, bisa terlambat aku kalau begini terus” teriak peri Violet.
“Ada apa dengan kalian ? Tidak bisakah kalian berhati-hati, aku bisa celaka karena ulah kalian”. Kata peri Violet sambil menatap kedua sepatu ajaibnya.
Flip dan Flop hanya berdiam diri dan saling berpandangan dengan tatapan mata saling bermusuhan.
“Sepertinya ada yang tidak beres dengan kalian” kata peri Violet lagi.
“ Ti …tidak…” Flip dan Flop menjawab hampir bersamaan.
“ Baiklah kalau begitu, aku yakin ada yang kalian sembunyikan. Kita akan bicara sekembalinya kita dari negeri Bumi, tapi kalian harus berjanji untuk bersikap manis dan tidak membahayakanku lagi, kantung embun ini bisa tumpah.”  Peri Violet mencoba bersabar padahal di hatinya tersimpan keheranan atas sikap sepasang sepatunya.
Flip dan Flop berusaha untuk bersikap normal, mereka melekat erat pada kaki peri Violet sambil sesekali saling melirik. Peri Violet diam-diam mengamati mereka berdua. Dikepakkan sayapnya lebih cepat  menuju gerbang negeri Peri.
“ Aku hampir terlambat “ gumamnya. Dipercepat kepakan sayapnya , peri Violet melesat dengan anggun meninggalkan debu pelangi sebagai jejaknya, flip dan flop bergemerincing indah setiap kali mereka tertiup angin karena gerakan peri Violet.
Negeri Peri dan Negeri Bumi masih gelap karena peri Lily baru akan membuka tirai langit setelah peri Violet selesai menaburkan embun ke seluruh permukaan bumi. Setiap hari mereka bekerja dengan disiplin untuk menjaga ketepatan waktu karena setelah itu tugas peri Lovelylah yang akan membangunkan ayam jantan untuk berkokok, dan hari baru dimulai dinegeri bumi.
Sesaat peri Violet akan meninggalkan gerbang negeri Peri, ditenggoknya peri Lily  yang bersiap-siap menuju ke menara   pembuka tirai langit dan  melambai kearahnya , “Hati-hati Violet selamat bertugas, kutunggu kau untuk menikmati madu hangat dirumahku sekembalinya kau nanti”. Serunya.
Belum sempat menjawab sapaan peri Lily , tiba-tiba Flip melaju lebih kencang dan disusul oleh flop , sesaat  peri Violet berusaha menyesuaikan kepakan sayapnya tapi terlambat….. dan tiba-tiba “ Brakkkk, tubuhnya membentur gerbang negeri peri yang belum sempat ia perintahkan untuk terbuka, tubuh peri Violet terpantul kearah semula, tangannya tak lagi sempat menyelamatkan kantung embun yang sedari tadi digenggamnya.
“ Aduh sakit”. Kata peri Violet sambil berusaha mengumpulkan butiran embun tapi tubuhnya terlalu sakit untuk digerakan , sayapnya terkulai lemah dan sedikit robek.
Peri Lily yang sedari tadi melihat semua peristiwa yang terjadi dari kejauhan dengan segera menghampiri peri Violet dan menolongnya. Tiba-tiba seisi negeri Peri terbangun karena mendengar kegaduhan di gerbang istana, mereka berbondong-bondong menghampiri peri Lily dan Violet untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi. Beberapa diantara mereka mencoba membantu mengumpulkan kembali butiran embun. Dahi dan beberapa bagian tubuh peri Violet berdarah mengeluarkan cairan berwarna keperakan, Flip dan Flop melepaskan diri dari kaki peri Violet dan mendekat ke wajah oeri Violet, mereka terdiam dan menunjukan raut muka menyesal.
Tiba-tiba kerumunan peri terkuak, dan munculah ratu Tatiana dengan angunnya, gumaman para peri mendadak terhenti.  “ Apa yang terjadi, Violet ? “
Peri Lily mewakili peri Violet yang terlalu lemah untuk bicara “ Sepertinya sepasang sepatu Violet bermasalah ratu Tatiana”.
“ Benarkah itu? Coba ceritakan apa yang terjadi .” Sahut Ratu. Ditatapnya kedua sepatu Violet, yang ditatap semakin merasa bersalah. Dengan suara pelan Flop menjawab pertanyaan Ratu, seluruh yang hadir turut hening menanti jawaban Flop . “ Maaf Ratu kami tidak bermaksud mencelakakan peri Violet, tetapi semalam sebelum tidur kami bercanda dan akhirnya kami menjadi marah satu sama lain.”
Flip memberanikan diri menimpali Flop “ Iya Ratu, awalnya Flop bilang bahwa Flop lah yang paling penting diantara kami berdua karena peri Violet selalu mengenakan sepatu dari kaki sebelah kanannya dulu. Tapi menurutku akulah yang paling disayang peri Violet karena setiap kali dia menanggalkan sepatu aku dululah yang dilepaskannya.”
“ Hari ini kami bertaruh siapa yang paling hebat, dan akhirnya kami sepakat untuk membuktikan siapa yang paling cepat dan paling gesit, ehhh ………..malah jadinya seperti ini” timpal Flop
“ Kami menyesal Ratu , maaf kami peri Violet “ kata mereka bersamaan.
Peri Violet mencoba bangkit dari posisinya sambil meringis menahan sakit “ Kalian konyol sekali, aku menyayangi kalian berdua dengan porsi yang sama, karena kalian sama hebatnya, kalian adalah sepasang sepatu yang harus bekerjasama apabila kalian berdiri sendiri kalian tidak akan berguna tanpa pasangan kalian. Mengerti Flip ? Flop?
“ Baiklah “ kata ratu Tatiana menghela nafas panjang mencoba bersabar. “ Sekarang kalian tahu akibatnya kita semua kehabisan waktu dan embun untuk hari ini pun tumpah, Violet juga sakit. Tidak mungkin negeri Bumi kita biarkan malam selamanya. Aku akan perintahkan tabib  Hocky Pocky untuk merawat peri Violet.
“ Dan kalian” kata ratu Tatiana menatap tajam Flip dan Flop.
“ Aku akan bicarakan dengan Menteri Ketertiban Negeri Peri apa hukuman yang pantas untuk kalian” sambungnya lagi.
Flip dan Flop hanya tertunduk lesu.
Ratu Tatiana mengeluarkan tongkatnya, kemudian diarahkannya ke Negeri Bumi, sekejap embun tersebar keseluruh penjuru bagaikan debu halus yang sangat indah, peri Lily yang sedari tadi memeluk peri Violet dipangkuannya sekejap itu juga melesat ke menara untuk membuka tirai langit disusul peri Lovely meniupkan terompetnya membangunkan ayam jantan dan para binatang.
Dan hari baru dimulai di negeri Bumi para penduduknya mulai terjaga untuk memulai aktifitas mereka tanpa menyadari kehebohan yang terjadi di negeri Peri.

2 komentar:

  1. Ini peri Violetnya yang ada di foto itu yaaaaa? He he...

    BalasHapus