Selasa, 13 Januari 2015

7 Tabu di Sosial Media



Saat sekarang ini hampir semua orang memiliki akses untuk berinteraksi di social media. Ada berbagai alasan yang melatari seseorang memiliki account sosmed. Dari yang hanya sekedar sarana komunikasi dan pertemanan, berbisnis hingga mencari popularitas .

Ada beberapa hal  penting yang sering diabaikan oleh netizen, dari hal sepele yang menyangkut etika hingga hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan jiwa. 

Berikut beberapa  big no no yang seharusnya bisa anda hindari.

1.      Meng Up load makanan atau minuman beralas lantai.

Mungkin ini terlihat sepele. Tapi kesan yang didapatkan dari up load semacam ini adalah anda seorang yang sembrono dan kurang memahami etika.  Dari segi estetika pun anda akan mendapat nilai nol besar bila hal ini dilakukan.
Cobalah  untuk  meng up load makanan atau minuman tersebut diatas meja dengan latar belakang yang tertata cantik. Misalnya berlatar vas bunga atau buku resep masakan.  Remember, in the past you are what you say but in this kind of world  you are what you up loaded.

2.       Menyindir seseorang melalui Sosmed.

Saya secara pribadi paling menghindari hal sindir menyindir ini. Alih-alih sindiran kita mengena ke orang yang kita tuju, nah apesnya bila ada orang lain yang merasa tersindir dengan status yang kita tulis  tentu ini menimbulkan masalah pelik. Bila anda tidak suka dengan seseorang dan merasa cukup dekat , coba ingatkan melalui jalur pribadi. Tapi bila anda tak punya keberanian , just unfollow atau abaikan segala sesuatu tentangnya. Hidup rumit mengapa harus mengundang masalah ?

3.       Menyebar atau share berita tanpa mengecek kebenarannya.

Hal ini sering terjadi  akhir-akhir ini. Orang begitu gegabah untuk latah menyebarkan berita yang hot dan bombastis tanpa berpikir ulang. Kalaulah berita itu benar, bila hal itu berisi fitnah dan kebohongan maka bisa jadi anda termasuk penyebar kebohongan tersebut. Anda bisa terjerat hukum dan pastinya Allah tak pernah tidur untuk mencatat semua amal perbuatan umat Nya.
Bila anda mrndapati sebuah berita endapkanlah sesaat dan bertabayun sebelum anda menuruti hawa nafsu jari-jari untuk memencet tombol share.

4.       Selalu meng up date keberadaan anda.

Buat anda yang selalu meng up date keberadaan anda, mungkin anda bermaksud baik untuk membagikan keseharian anda dengan teman atau kerabat. Tapi apakah anda bisa menjamin orang-orang di jejaring sosial anda  mempunyai maksud baik terhadap anda ?  Bagaimana bila ada orang yang telah lama memperhatikan dan mempelajari keseharian anda dan bermaksud mencelakakan anda ?  Semua hal bisa terjadi tanpa anda sadari. Life is stranger than fiction.

5.       Gegalauan tentang hidup atau hubungan anda di social media.

Tak selamanya masalah yang anda hadapi bisa jadi santapan publik. Bila anda sedang kurang harmonis dengan pasangan belum tentu kan anda akan bercerai? Ketika anda telah berhasil menggiring opini publik bahwa pasangan anda adalah orang yang tak menyenangkan. Apa yang terjadi jika akhirnya anda berdua bisa menyelesaikan perselisihan dan kembali mesra. Beberapa orang mungkin akan berbahagia tapi tentu lebih banyak orang yang akan mencibir di belakang anda.

6.       Screen Capture atau memfoto komentar orang lain tanpa ijin.

Mungkin ini area yang debatable. Tapi saya pribadi tidak setuju dengan metode ini. Memang perlu disadari apa yang kita tulis atau up load di sosmed adalah domain public tapi tak selayaknya orang lain ikut menyebarkan apa yang kita lakukan dan ikut ramai-ramai membully. Di kehidupan nyata saya analogikan seperti orang yang menyampaikan kembali pembicaraan seseorang tanpa ijin.

7.       Membuat Meme dan lelucon

Apapun alasannya meme dan lelucon terhadap seseorang tanpa ijin dan sepengetahuan yang bersangkutan adalah penghinaan dan fitnah. Coba anda terapkan ke diri anda, apa perasaan anda bila foto anda dibuat sedemikian rupa memalukannya dan menyebar bagai virus di  dunia maya.

7 hal diatas merupakan sebagian kecil hal-hal yang harus anda hindari di social media.  Ingatlah hak yang kita miliki juga selalu diikuti oleh kewajiban dan norma yang mengikat kita sebagai manusia yang beradab.

Hidup Adalah Permainan



Sekelompok Nyonya Sosialita mengundang seorang tamu untuk bergabung dalam arisan mereka. Dengan dandanan yang super para Nyonya kaya ini mengadakan acara tersebut disebuah hotel mewah.

Tak lama kemudian anggota terakhir tiba, semua peserta arisan secara serentak mulai berbisik satu sama lain. Sang tamu yang penasaran menanyakan kepada ketua arisan mengapa semua orang seperti melecehkan anggota terakhir.

Sang ketua berkata “ Dia adalah anggota terbodoh dan paling lemah diantara kami.” 

 Sang tamu tampak heran, “ Benarkah?”

“Kalau anda tak percaya mari saya buktikan”, sahut sang Nyonya.

Dipanggilnya si Nyonya Bodoh itu mendekat. Sang ketua mengeluarkan cincin berlian dan sebuah peniti dari dalam tas mahalnya. 

“Pilihlah satu dari dua hadiah dariku ini” diangsurkannya  dua benda tadi. 

Serta merta si Nyonya Bodoh mengambil peniti tanpa ragu-ragu dengan wajah begitu gembira. Meledaklah  seluruh ruangan dipenuhi oleh tawa para Nyonya, bahkan mereka berguling-guling sambil memegang perut menahan geli. Keadaan sungguh kacau saat itu. Sang tamu tambah keheranan melihat Nyonya Bodoh tampak tenang.

Ketika acara selesai sang tamu sangat penasaran dan menemui sang Nyonya Bodoh di tempat parkir.

“Maaf Nyonya , aku hanya penasaran mengapa engkau memilih peniti daripada cincin berlian tadi” Tanya sang tamu.

“ Tahukah anda Nyonya, kalau aku memilih cincin berlian maka kegembiraanku berakhir. Aku hanya mempermainkan mereka dengan berpura-pura bodoh agar aku punya bahan tertawaan bersama teman-temanku yang lain. Tidakkah anda lihat betapa gilanya mereka menertawakan orang lain tanpa menyadari bahwa sebenarnya merekalah yang patut ditertawakan?”

Sebelum sang tamu melanjutkan pertanyaannya sang Nyonya Bodoh melaju dengan Porche merahnya.

Minggu, 11 Januari 2015

Ayah, ajari aku bermain layang-layang



Ayah, saat aku kanak-kanak tak seorangpun bercerita padaku seperti apa rasanya menggenggam benang ketika layang-layang mengudara. Aku sering  melihat  anak laki-laki lain bermain layang-layang dari balik kaca mobil ketika pulang sekolah. Aku ingin sekali bermain bersama, tapi aku tak tahu bagaimana caranya bergabung dengan mereka.

Dulu  ada layang-layang tersangkut di pohon mangga. Warnanya kuning dengan garis merah dan biru. Pelan-pelan kuturunkan dengan galah. Ajaib! Layang-layang itu tak rusak sedikitpun. Serasa mendapatkan hadiah dari langit, aku begitu gembira.

Ketika kuminta benang kepada ibu, aku bingung cara memasangkannya. Ibupun tak tahu bagaimana melakukannya. Aku tak sabar menunggumu pulang !!!!
Malam itu kau pulang larut seperti biasa, wajahmu kusut dan tampak lelah tapi aku begitu gembira ingin menujukan harta karun baruku. Kau hanya melihat tanpa menyentuh layang-layang itu sambil menggumamkan kata yang tak kumengerti. 

Betapa kecewanya aku, Ayah. Sepanjang sore kutunggu tapi kau tenggelam dalam duniamu setiba dirumah. Membaca majalah, menonton berita, mendengarkan ulasan para ahli tentang apa yang sedang terjadi diluar sana. Apakah kau perduli apa yang terjadi dalam duniaku ??? Kuberharap kau akan melihat layang-layangku keesokan paginya. Tapi aku kembali menelan hampa karena kau tak henti bicara di telepon tanpa sempat menyentuh sarapanmu.

Ketika aku merengek kepada ibu, wajahnya begitu sendu dan meminta maaf padaku sambil mengutuki dirinya sendiri karena tak bisa memasang benang layang-layang dan mengajariku menerbangkannya.

Dadaku ingin meledak Ayah, terdorong keinginan yang begitu menggebu dan rasa kecewa. Tak terasa air mataku menetes, kerongkonganku terasa sakit menahan sedan. Meski kau selalu bilang anak laki-laki tidak boleh menangis. Tapi itulah yang kulihat dari ibu ketika kau kecewakan.
Kusimpan layang-layang itu kembali, sambil kugantung harap suatu hari kau akan mengajariku bermain layang-layang.

Kini tahun berlalu, layang-layang itu tak ada lagi. Engkau tak lagi bicara kepadaku. Kau kecewa karena aku begitu pandai memasang bulu mata palsu tapi tak bisa memaku tembok. Aku begitu lincah  menari dalam cabaret tapi tak sanggup menendang bola. Aku bingung menentukan diriku. Ketika aku menenggok kemasa lalu tak ada satupun catatan tentangmu. KOSONG. Aku tak punya kenangan bermain denganmu.

Aku dipenuhi tanya, Ayah, kenapa kau begitu marah, memaki seolah aku sampah, dan berteriak AKU BANCI.

 Tak sekalipun kau mengenalkan aku duniamu, bagaimana cara laki-laki berkelahi. Aku akan menangis seperti ibu ketika aku kesal karena aku tak pernah tahu apa yang kau lakukan ketika kesal. Sepanjang hidupku aku hanya Ibu temanku. Kau dimana Ayah??? 

Ayah, aku tak lagi berharap banyak. Tapi di malam yang gelisah aku  bermimpi kau mengajariku bermain layang-layang.

Kamis, 08 Januari 2015

Wisata Sawahlunto : Lubang Mbah Suro

Gedung pusat informasi yang merangkap Museum mini. Lubang Mbah Suro Sawah Lunto.
Musium Mbah Suro



Sawah Lunto adalah salah satu kawasan di Sumatera Barat. Pada masa pendudukan Belanda, kawasan yang kaya kandungan batubara diekploitasi besar-besaran. Kandungan batubara di tempat tersebut konon adalah Batubara dengan kualitas terbaik (7000 kalori).
Untuk memuaskan kebutuhan dan keserakahan kaum imperialis disinilah cerita lubang mbah Suro yang penuh peluh, darah, airmata dan penderitaan dimulai.

Lubang mbah Suro merupakan tambang batubara pertama di Sawahlunto. Tahun 1898 lubang ini dibuka oleh buruh paksa (orang rantai) yang didatangkan dari Jawa.Salah satu orang rantai yang disegani dan merupakan pemimpin adalah mbah Suro.

Panjang lubang mencapai ratusan meter dengan 2 pintu angin. Pada th 1932 lubang ini ditutup dgn alasan tingginya rembesan air sungai . Ketika kita memasuki lubang inipun tetesan air kerap menyapa seolah kita berwisata di gua Jatijajar .

Tahun 2007 lubang dibuka kembali dgn tujuan sbg obyek wisata yang bernama Lubang mbah suro.
Berwisata di Lokasi ini, saya pribadi cukup terkesima oleh komitmen Pemda Sawahlunto untuk menjadikan wilayahnya sebagai tujuan wisata. Gedung administrasi tambang yang diubah menjadi museum mini ini mengingatkan pada Gudang Garam yang pernah saya kunjungi di Rottness Island,WA.Kecil, sederhana tapi terpelihara dan sarat informasi.
Hanya dengan Rp. 8.000 anda bisa menikmati museum mini berikut menyerap informasi yang disuguhkan dlm display photo dan beberapa benda peninggalan orang rantai.

Anda juga akan dipandu oleh pemandu yang cakap dan ramah untuk menyusuri lubang mbah Suro tanpa dipungut biaya tambahan (kami memberi tip diakhir kunjungan).
Oh ya sebelum memasuki lubang anda diharuskan mengenakan helm pengaman dan sepatu bot.

Wisata Sawahlunto : Goedang Ransoem

Pintu masuk musium
Pintu Masuk
Mengunjungi Lubang Mbah Suro tak lengkap rasanya bila tak mengunjungi tempat ini.


Berjarak tak lebih dari 50 M dari museum Lubang Mbah Suro. Tempat ini berkaitan erat dengan aktifitas pertambangan pada masa kejayaan ombilin. Dari tempat inilah kebutuhan pangan para pekerja tambang (Orang Rantai) terpenuhi.

Konon setiap harinya dari tempat yang merupakan dapur umum tak kurang dari 65 pikul beras ditanak setiap hari berikut lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan ribuan orang rantai, para mandor dan penjaga.


Di Goedang Ransoem anda akan melihat peralatan masak tempo dulu seperti periuk2 raksasa yang masih terawat dan harus diangkat menggunakan katrol. Terdapat pula steam generator buatan Jerman bertahun 1894 yang berfungsi sebagai tungku pembakaran.

Dilokasi ini dulu merupakan komplek dapur umum yang terintegrasi dengan rumah jagal, pabrik es, gudang, kantor koperasi tambang batubara, rumah kesehatan serta rumah dinas kepala Gudang.


Tungku batubara dan penggorengan berbahan baja.  
Tungku berbahan bakar batu bara
Tiket masuk lebih murah dibanding Musium Mbah Suro yaitu Rp. 4.000 per orang. Bila anda beruntung anda bisa menyaksikan pemutaran video yang menggambarkan kegiatan di dapur umum pada masa lalu.

Sungguh layak dikunjungi.

Salah satu periuk yang digunakan untuk menanak nasi dan harus diangkat menggunakan katrol.
Panci Penanak Nasi