Disebuah negeri peri
bermukim seorang peri cantik bernama Violet. Negeri peri Violet terletak
diantara gugusan awan berwarna keemasan, negeri itu sangat indah. Bunga selalu
mekar tak kenal musim demikian pula buah-buahan
selalu ranum dan siap disantap. Udaranya pun sejuk tak pernah terlalu
panas ataupun terlalu dingin. Itu karena semua peri yang tinggal disana selalu
menjaga keseimbangan alam. Mereka selalu menjaga kebersihan sungai-sungai dan
tak pernah mengotori lingkungan. Para peri hidup rukun dan saling menyayangi,
mereka dipimpin oleh ratu peri bernama ratu Tatiana yang sangat cantik dan
bijaksana. Masing-masing peri mempunyai tugas yang harus dikerjakan setiap hari
termasuk peri Violet.
Tugas peri Violet
adalah membubuhkan embun setiap pagi ke seluruh helai daun, kelopak bunga dan
rerumputan. Hal itu harus ia lakukan
sebelum matahari terbit. Peri Violet tak boleh lupa atau terlambat dalam
mengerjakan tugasnya karena apabila peri Violet lupa melakukannya maka tumbuhan
dan rerumputan yang ada dibumi tak akan sanggup bertahan dari teriknya matahari
disiang hari.
Pagi itu seperti
biasanya peri Violet terjaga dan bersiap-siap untuk melaksanakan tugasnya,
suasana di negeri peri masih sangat sunyi , baru beberapa peri saja yang
terbangun antara lain peri lily yang bertugas membuka tirai langit sehingga
langit akan terlihat kebiruan di pagi hari, ada juga peri Lovely yang
membangunkan seluruh hewan terutama ayam jantan untuk berkokok membangunkan
seluruh manusia di negeri bumi.
Seperti biasanya sebelum bertugas peri Violet tak lupa
merapikan diri . Setelah merapikan sayapnya yang indah bagai pelangi, dia
menyisir rambutnya dan mengenakan gaun
berwarna ungu sesuai dengan namanya, peri Violet. Diperiksanya kantong embun yang harus dia
bawa untuk ditaburkan ke bumi.
“ Ah, sudah cukup persediaan butiran embun untuk pagi ini “
katanya dalam hati.
Peri Violet bergegas
mengenakan sepatu kesayangannya. Sepatu peri Violet sangat indah dihiasi
lonceng Kristal berwarna warni sehingga mengeluarkan bunyi gemerincing yang
lembut setiap kali dirinya bergerak kian kemari. Sepatu peri Violet adalah
sepasang sepatu ajaib, sepatu tersebut bisa berbicara dan bergerak sendiri,
apabila peri Violet memerintahkan mereka untuk datang mendekat mereka segera
menghampiri peri Violet, bahkan sepasang sepatu tersebut dapat menuruti
perintah lainnya, seperti ketika peri ingin mengenakannya, sepasang sepatu tersebut langsung menuju
kearah kakinya.
Peri Violet sangat sayang
pada sepatunya, dia menamakan sepasang sepatunya dengan nama Flip untuk sepatu
sebelah kiri dan Flop untuk sepatu sebelah kanan.
Dipangilnya Flip dan Flop
pagi itu, “ Flip……….Flop “
Tiba-tiba kedua
sepatunya telah hadir dihadapannya, seperti biasanya mereka menyapa peri Violet
dengan cerewetnya .
“ Pagiiii ….peri Violet
“ kata Flip sambil meloncat loncat di depan kaki peri Violet.
“Haloooo…….” Flop
hampir menabrak lutut sang peri saking semangatnya.
“Aduh…aduh, kalian ini
selalu saja membuat keributan, ayo segera berangkat” kata peri Violet dengan
nada sedikit tak sabar.
Kedua sepatu itu
langsung meloncat kearah kaki peri, hup , akhirnya mereka terpasang dengan
sempurna di kedua kaki peri yang indah.
Namun tanpa
disangka-sangka dengan tiba-tiba Flip dan Flop melaju membawa kaki peri Violet
kearah yang berlawanan, wuzzzz kaki peri
Violet saling bersilangan, untung saja kedua sayapnya sigap berkepak. Meskipun
sedikit limbung peri Violet tak sempat terjatuh.
“Aduh kenapa sih kalian
ini, kenapa tidak hati-hati? Hampir saja aku celaka karena ulah kalian.” Kata
peri Violet sambil terus menjaga keseimbangan.
Belum sempat peri
Violet meluruskan tubuhnya dengan tiba-tiba Flip dan Flop sama-sama melangkah
maju dengan tergesa-gesa sreet….sreeeet ….wuzzz kepala peri Violet seperti
tertarik ke belakang sedangkan tubuh nya hampir terletang, tangan kirinya meronta-ronta mencoba mencari pegangan .
Tangan kanan peri Violet mencengkeram erat persediaan embun di kantung yang
sedari tadi dia bawa, sekali lagi sayapnya mengepak-ngepak cepat menyelamatkan
tubuhnya dari terjatuh.
“Stop…..!!! berhenti
kataku!!! “ suaranya melengking karena panik bercampur marah. Sejenak kesunyian
pagi terusik oleh kegaduhan di bilik peri Violet yang berbentuk bunga tulip.
“ Ada apa Violet?! “
Tanya peri Lovely dari bilik sebelah .
“ Entahlah…., Flip dan Fop
bertingkah aneh pagi ini, bisa terlambat aku kalau begini terus” teriak peri
Violet.
“Ada apa dengan kalian
? Tidak bisakah kalian berhati-hati, aku bisa celaka karena ulah kalian”. Kata
peri Violet sambil menatap kedua sepatu ajaibnya.
Flip dan Flop hanya berdiam
diri dan saling berpandangan dengan tatapan mata saling bermusuhan.
“Sepertinya ada yang
tidak beres dengan kalian” kata peri Violet lagi.
“ Ti …tidak…” Flip dan Flop
menjawab hampir bersamaan.
“ Baiklah kalau begitu,
aku yakin ada yang kalian sembunyikan. Kita akan bicara sekembalinya kita dari
negeri Bumi, tapi kalian harus berjanji untuk bersikap manis dan tidak
membahayakanku lagi, kantung embun ini bisa tumpah.” Peri Violet mencoba bersabar padahal di hatinya
tersimpan keheranan atas sikap sepasang sepatunya.
Flip dan Flop berusaha
untuk bersikap normal, mereka melekat erat pada kaki peri Violet sambil
sesekali saling melirik. Peri Violet diam-diam mengamati mereka berdua.
Dikepakkan sayapnya lebih cepat menuju
gerbang negeri Peri.
“ Aku hampir terlambat
“ gumamnya. Dipercepat kepakan sayapnya , peri Violet melesat dengan anggun
meninggalkan debu pelangi sebagai jejaknya, flip dan flop bergemerincing indah
setiap kali mereka tertiup angin karena gerakan peri Violet.
Negeri Peri dan Negeri
Bumi masih gelap karena peri Lily baru akan membuka tirai langit setelah peri
Violet selesai menaburkan embun ke seluruh permukaan bumi. Setiap hari mereka
bekerja dengan disiplin untuk menjaga ketepatan waktu karena setelah itu tugas
peri Lovelylah yang akan membangunkan ayam jantan untuk berkokok, dan hari baru
dimulai dinegeri bumi.
Sesaat peri Violet akan
meninggalkan gerbang negeri Peri, ditenggoknya peri Lily yang bersiap-siap menuju ke menara pembuka
tirai langit dan melambai kearahnya , “Hati-hati
Violet selamat bertugas, kutunggu kau untuk menikmati madu hangat dirumahku
sekembalinya kau nanti”. Serunya.
Belum sempat menjawab
sapaan peri Lily , tiba-tiba Flip melaju lebih kencang dan disusul oleh flop , sesaat
peri Violet berusaha menyesuaikan
kepakan sayapnya tapi terlambat….. dan tiba-tiba “ Brakkkk, tubuhnya membentur
gerbang negeri peri yang belum sempat ia perintahkan untuk terbuka, tubuh peri
Violet terpantul kearah semula, tangannya tak lagi sempat menyelamatkan kantung
embun yang sedari tadi digenggamnya.
“ Aduh sakit”. Kata peri
Violet sambil berusaha mengumpulkan butiran embun tapi tubuhnya terlalu sakit
untuk digerakan , sayapnya terkulai lemah dan sedikit robek.
Peri Lily yang sedari
tadi melihat semua peristiwa yang terjadi dari kejauhan dengan segera
menghampiri peri Violet dan menolongnya. Tiba-tiba seisi negeri Peri terbangun
karena mendengar kegaduhan di gerbang istana, mereka berbondong-bondong
menghampiri peri Lily dan Violet untuk mengetahui secara langsung apa yang
terjadi. Beberapa diantara mereka mencoba membantu mengumpulkan kembali butiran
embun. Dahi dan beberapa bagian tubuh peri Violet berdarah mengeluarkan cairan
berwarna keperakan, Flip dan Flop melepaskan diri dari kaki peri Violet dan
mendekat ke wajah oeri Violet, mereka terdiam dan menunjukan raut muka
menyesal.
Tiba-tiba kerumunan
peri terkuak, dan munculah ratu Tatiana dengan angunnya, gumaman para peri
mendadak terhenti. “ Apa yang terjadi,
Violet ? “
Peri Lily mewakili peri
Violet yang terlalu lemah untuk bicara “ Sepertinya sepasang sepatu Violet bermasalah
ratu Tatiana”.
“ Benarkah itu? Coba
ceritakan apa yang terjadi .” Sahut Ratu. Ditatapnya kedua sepatu Violet, yang ditatap
semakin merasa bersalah. Dengan suara pelan Flop menjawab pertanyaan Ratu,
seluruh yang hadir turut hening menanti jawaban Flop . “ Maaf Ratu kami tidak
bermaksud mencelakakan peri Violet, tetapi semalam sebelum tidur kami bercanda
dan akhirnya kami menjadi marah satu sama lain.”
Flip memberanikan diri
menimpali Flop “ Iya Ratu, awalnya Flop bilang bahwa Flop lah yang paling
penting diantara kami berdua karena peri Violet selalu mengenakan sepatu dari
kaki sebelah kanannya dulu. Tapi menurutku akulah yang paling disayang peri
Violet karena setiap kali dia menanggalkan sepatu aku dululah yang
dilepaskannya.”
“ Hari ini kami
bertaruh siapa yang paling hebat, dan akhirnya kami sepakat untuk membuktikan
siapa yang paling cepat dan paling gesit, ehhh ………..malah jadinya seperti ini”
timpal Flop
“ Kami menyesal Ratu ,
maaf kami peri Violet “ kata mereka bersamaan.
Peri Violet mencoba
bangkit dari posisinya sambil meringis menahan sakit “ Kalian konyol sekali,
aku menyayangi kalian berdua dengan porsi yang sama, karena kalian sama
hebatnya, kalian adalah sepasang sepatu yang harus bekerjasama apabila kalian
berdiri sendiri kalian tidak akan berguna tanpa pasangan kalian. Mengerti Flip
? Flop?
“ Baiklah “ kata ratu
Tatiana menghela nafas panjang mencoba bersabar. “ Sekarang kalian tahu
akibatnya kita semua kehabisan waktu dan embun untuk hari ini pun tumpah,
Violet juga sakit. Tidak mungkin negeri Bumi kita biarkan malam selamanya. Aku
akan perintahkan tabib Hocky Pocky untuk
merawat peri Violet.
“ Dan kalian” kata ratu
Tatiana menatap tajam Flip dan Flop.
“ Aku akan bicarakan
dengan Menteri Ketertiban Negeri Peri apa hukuman yang pantas untuk kalian”
sambungnya lagi.
Flip dan Flop hanya
tertunduk lesu.
Ratu Tatiana
mengeluarkan tongkatnya, kemudian diarahkannya ke Negeri Bumi, sekejap embun
tersebar keseluruh penjuru bagaikan debu halus yang sangat indah, peri Lily
yang sedari tadi memeluk peri Violet dipangkuannya sekejap itu juga melesat ke menara
untuk membuka tirai langit disusul peri Lovely meniupkan terompetnya
membangunkan ayam jantan dan para binatang.
Dan hari baru dimulai
di negeri Bumi para penduduknya mulai terjaga untuk memulai aktifitas mereka
tanpa menyadari kehebohan yang terjadi di negeri Peri.
Ini peri Violetnya yang ada di foto itu yaaaaa? He he...
BalasHapusThank you for visiting Rayyan's Mom
Hapus