Gadis
kecilku, karenamu aku belajar seperti apa sebenarnya cinta tanpa syarat.
Ketika
hari engkau dilahirkan , aku tak hendak menyibukkan diri menghitung lengkap
tidak nya jarimu seperti yang biasa orang lakukan, yang kuinginkan hanya segera
mendekapmu erat dan mengucap syukur pada Allah karena meskipun engkau
terlahir dari rahimku, kau bukan dariku.
Kuterima engkau apa adanya dan kuyakin Allah memberikan yang terbaik bagi
setiap umat Nya.
Gadis Kecilku, karenamu aku belajar menjadi seorang sahabat.
Karena
meskipun aku bisa memberikan seluruh cintaku padamu, tapi aku tak boleh
memaksakan jalan pikiranku kepadamu. Kau adalah milik dirimu seutuhnya.
Gadis
Kecilku, karena mu aku menjadi wanita
seutuhnya.
Karena
kau selalu berkata, mami ….mami…mami……., tiada gelar seindah sapaanmu
terhadapku, aku tak menginginkan menjadi doctor bahkan professor………karena
bagiku menjadi seorang mami adalah gelar terindah yang disematkan oleh
universitas kehidupan untukku.
Gadis
kecilku, terimakasih telah menjadi pengingat , sahabat dan penyemangat bagiku.
Dan
ingatlah suatu hari nanti ketika engkau telah menjadi mami sepertiku, engkau tetaplah…………………………………..
GADIS KECILKU.
Dengan
sepenuh cinta dan doa,
Untuk
Ainaya dari mami
Puisi ini memenangkan Juara 1 pada Lomba Cipta dan Baca Puisi dalam rangka memperingati hari ibu di lingkungan QA 2 -Bandarlampung ,8 Desember 2012
*nangis*
BalasHapus