Hari ini seorang teman pria memposting
perasaannya terhadap sang istri di
facebook . Dia menulis seperti ini : “ Aku ndak ngerti mau kamu itu apa, mbok
ngomongo jangan ngambek wae” Maksudnya dia berharap agar istrinya mau
mengungkapkan apa yang dia inginkan jangan cuma ngambek nggak jelas dan tidak
menyelesaikan masalah.Status di Face Book tersebut adalah masalah yang acapkali
terjadi diantara sepasang suami istri atau kekasih.
Lelaki adalah mahluk rasional
yang berpikir dan bertindak atas dasar kepraktisan. Apa yang tampak itulah yang
dia pikirkan. Sebaliknya wanita dengan segala kerumitannya sering terjebak
dalam drama yang diciptakannya sendiri. Itulah sebabnya miskomunikasi sering
terjadi diantara pasangan yang baru menikah bahkan juga terjadi pada pasangan
yang telah hidup bersama untuk kurun waktu yang cukup lama.
Seperti yang telah disinggung
diatas wanita sering memperbesar jurang komunikasi ini karena engan membuka
diri, beberapa hal mempengaruhi wanita untuk tidak atau engan mengungkapkan keinginan dan perasaannya , antara lain :
1. Gengsi
Gengsi biasanya
menghambat seorang wanita untuk bisa terbuka menyatakan keinginan dan
kebutuhannya. Hal ini biasanya dibarengi dengan perasaan takut ditolak yang
akan menjatuhkan harga dirinya sebagai
wanita. Padahal yang seharusnya terjadi
dalam sebuah komunikasi yang sehat adalah mencari jalan tengah, yang terpenting
adalah bagaimana cara kita sebagai wanita menyikapi penolakan suami terhadap
hal yang kita ungkapkan untuk mencari jalan tengah dan berlapang dada jika
memang keinginan atau ide kita tidak sesuai dengan pasangan.
2. Pola
pikir tradisional
Pola pikir
tradisional bahwa wanita seharusnya diam dan berharap saja, atau apabila
terpaksa kita hanya bisa mengirimkan isyarat kepada pasangan tetapi sayangnya kaum adam ini kurang bisa atau tidak
pintar menterjemahkan isyarat. Hal ini biasanya akan membuat wanita semakin dikungkung
oleh perasaan tidak puas karena semakin lama kekecewaan dihatinya akan menumpuk
dan mengubah perilakunya terhadap pasangan. Hal ini akan menjurus kepada pertengkaran
yang mengakibatkan komunikasi yang destruktif atau merusak pada akhirnya.
3. Takut
akan reaksi pasangan
Wanita biasanya akan dihantui perasaan takut terhadap
reaksi pasangan apabila mengungkapkan keinginannya, toh seseorang dengan
perangai yang keras sekalipun tidak selamanya marah terus-menerus, kitalah
sebagai pasangannya yang harus mencari celah kapan saatnya bicara kepada
pasangan.
So Ladies , seperti judul sebuah buku terkenal “Man from
Mars and Woman from Venus”, kita sebagai wanita memang harus menyesuaikan
gelombang kita untuk bisa ditangkap dan dimengerti oleh alien dari Mars yang bernama
laki-laki.
salam kenal ya mak Anggraeni ^^
BalasHapuskomunikasi yang baik memang menjadi dasar keberhasilan suatu hubungan termasuk suami istri..