Rabu, 22 Januari 2014

Komunikasi Suami Istri



Hari ini seorang teman pria memposting perasaannya terhadap sang istri  di facebook . Dia menulis seperti ini : “ Aku ndak ngerti mau kamu itu apa, mbok ngomongo jangan ngambek wae” Maksudnya dia berharap agar istrinya mau mengungkapkan apa yang dia inginkan jangan cuma ngambek nggak jelas dan tidak menyelesaikan masalah.Status di Face Book tersebut adalah masalah yang acapkali terjadi diantara sepasang suami istri atau kekasih.
Lelaki adalah mahluk rasional yang berpikir dan bertindak atas dasar kepraktisan. Apa yang tampak itulah yang dia pikirkan. Sebaliknya wanita dengan segala kerumitannya sering terjebak dalam drama yang diciptakannya sendiri. Itulah sebabnya miskomunikasi sering terjadi diantara pasangan yang baru menikah bahkan juga terjadi pada pasangan yang telah hidup bersama untuk kurun waktu yang cukup lama.
Seperti yang telah disinggung diatas wanita sering memperbesar jurang komunikasi ini karena engan membuka diri, beberapa hal mempengaruhi wanita untuk tidak atau engan mengungkapkan  keinginan dan perasaannya , antara lain :
1.       Gengsi
Gengsi biasanya menghambat seorang wanita untuk bisa terbuka menyatakan keinginan dan kebutuhannya. Hal ini biasanya dibarengi dengan perasaan takut ditolak yang akan  menjatuhkan harga dirinya sebagai wanita.  Padahal yang seharusnya terjadi dalam sebuah komunikasi yang sehat adalah mencari jalan tengah, yang terpenting adalah bagaimana cara kita sebagai wanita menyikapi penolakan suami terhadap hal yang kita ungkapkan untuk mencari jalan tengah dan berlapang dada jika memang keinginan atau ide kita tidak sesuai dengan pasangan.

2.       Pola pikir tradisional
Pola pikir tradisional bahwa wanita seharusnya diam dan berharap saja, atau apabila terpaksa kita hanya bisa mengirimkan isyarat kepada pasangan tetapi  sayangnya kaum adam ini kurang bisa atau tidak pintar menterjemahkan isyarat. Hal ini  biasanya akan membuat wanita semakin dikungkung oleh perasaan tidak puas karena semakin lama kekecewaan dihatinya akan menumpuk dan mengubah perilakunya terhadap pasangan. Hal ini akan menjurus kepada pertengkaran yang mengakibatkan komunikasi yang destruktif atau merusak pada akhirnya.

3.       Takut akan reaksi pasangan
Wanita  biasanya akan dihantui perasaan takut terhadap reaksi pasangan apabila mengungkapkan keinginannya, toh seseorang dengan perangai yang keras sekalipun tidak selamanya marah terus-menerus, kitalah sebagai pasangannya yang harus mencari celah kapan saatnya bicara kepada pasangan.

So Ladies , seperti judul sebuah buku terkenal “Man from Mars and Woman from Venus”, kita sebagai wanita memang harus menyesuaikan gelombang kita untuk bisa ditangkap dan dimengerti oleh alien dari Mars yang bernama laki-laki.

1 komentar:

  1. salam kenal ya mak Anggraeni ^^
    komunikasi yang baik memang menjadi dasar keberhasilan suatu hubungan termasuk suami istri..

    BalasHapus