Rabu, 05 Februari 2014

Kantong Ajaib

Add caption


Anda mungkin penasaran dengan foto ini, mau ngebahas batik ??? kok judulnya nggak nyambung. Tenang….tenang… bahasan tentang batik saya posting di blog yang English version aja ya, biar dibaca bule he he hi hi, sambil promosi  
Tapi kalau penasaran ya udah intip www.anotherfaceofindonesia.blogspot

Kantong batik ini sudah sangat akrab bagi saya sejak saya kecil mungil (sok imut) dan saya juga nggak ngerti ya kenapa  ibu saya selalu buatnya dari bahan batik.

Jaman dulu sebelum ada seminar Family Financial Planning dlsb, ibu saya yang kreatif dan inovatif menciptakan kantong ajaib ini untuk memposting nafkah yangditerimanya dari bapak saya setiap bulannya ke kantong-kantong seperti ini.  Dan hal itupun menjadi kebiasaan  saya dalam mengelola keuangan keluarga. Sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan, otomatis keberlangsungan hidup keluarga kami hanya bersumber dari suami. Oleh sebab itu saya merasa wajib untuk mengelola keuangan dengan sebijak mungkin, ada empati yang mendalam terhadap suami yang harus bekerja membanting tulang setiap harinya karenanya saya tidak akan mungkin memboroskan begitu saja anggaran dana perbulan dan kemudian dipertengahan saya minta tambahan…..nggak tega banget bok ( jiiaah, Pi….Papi….baca postingan istri berbakti ini ya)
Dengan mengunakan perencanaan pengeluaran dan posting ke dalam kantong-kantong yang sudah tersedia, terbukti nyata mengerem kita untuk melakukan pengeluaran siluman.

How? Bagaimana caranya?

Maaf  ya bukannya keminter alias sok pinter , siapa tahu anda sedang bingung dan bimbang , kok tiap bulan uang belanja nggak cukup ?  Baru tengah bulan terengah-engah, akhir bulan keuangan kita wasalam.
Pertama anda harus siapkan kantong dora emon ini. Kantong bisa dari kain sisa, minta aja  sama tetangga yang tukang jahit, syukur-syukur minta dibikinin sekalian.Kenapa saya nggak pilih amplop kertas saja ? Selain nggak awet juga ribet menurut saya, salah-salah keselip entah kemana karena saya tipikal  manusia ceroboh. Saya buat bagian atas menjadi  3 kantong  berukuran agak besar. Disitu saya poskan uang setelah saya belanjakan sembako termasuk beras, gas, sabun dll (belanja bulanan)  (1). untuk dana darurat (anak sakit, angpao pengantin, menjenguk tetangga sakit dll) , (2)  dana pengeluaran wajib belum jatuh tempo
(misalnya : listrik, SPP, les, kredit Panci, beli bensin mingguan dll) dan terakhir (3) tabungan sementara  (ini untuk menampung sisa uang belanja untuk kemudian setelah jumlahnya mencukupi disetorkan ke bank). Bagian bawahnya saya bagi menjadi 4 baris yang masing-masing terbagi menjadi 8 kotak, total terdapat 32 kotak . Ini digunakan untuk memposting pengeluaran harian kita termasuk uang jajan anak dan terutama belanja dapur. Mungkin anda bertanya-tanya kenapa 32 ? bukannya 30 atau 31 ? kan tiap bulan jumlah harinya paling banyak 31, kelebihan yang 1 kantong itu akan berguna  sebagai antisipasi bila suatu saat ada kenaikan harga tak terduga secara musiman, alhamdullilah bila tidak terpakai kelebihan dana ini bisa anda kumpulkan untuk keperluan lain.

Besarnya uang yang dimasukkan ke setiap kantong masing-masing rumah tangga pasti berbeda kisaran angkanya, Yang terpenting anda harus menukarkan uang tersebut dalam pecahan yang diinginkan dan langsung masukkan ke dalam kantong ajaib sebelum anda khilaf berbelanja barang yang sebenarnya tidak terlalu anda butuhkan. Setiap hari anda akan berbelanja maka anda tinggal mengambil sesuai urutan nomor di kantong , mis untuk tgl 1 di nomor 1 dst.Bila ternyata  uang belanja anda pada hari tersebut bersisa anda kembalikan ke kantong besar  yang digunakan untuk tabungan sementara jangan buat beli cireng ya.

Ada beberapa hal yang harus anda cermati dalam berbelanja tiap bulannya :
1.      Langsung belanjakan kebutuhan pokok anda seperti beras,gas, sabun dan barang-barang sembako  begitu anda menerima uang.
2.      Bijaklah memilih toko yang menawarkan diskon atau harga termurah, saya lebih sering belanja bahan pokok  ke toko grosir karena tidak terkena PPN ketimbang ke Supermarket.
3.      Jangan tunda pembayaran tagihan listrik, SPP  dll karena dengan menunda anda berpikir bahwa anda masih punya uang berlebih dan tergoda belanja padahal sebenarnya kita masih punya kewajiban yang belum dibayarkan.
4.      Disiplin dalam mengelola uang dan memprioritaskan pembelian barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
5.      Selamat mencoba ,semoga bermanfaat.








4 komentar:

  1. nice sharing mbak...makasih...^_^

    saya masih suka bermasalah dalam hal ini...hihi. suka keteteran gara2 gak dikelola dengan baik. semoga ntr bisa lebih baik lagi. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir mbak Nunung, semoga bisa dipraktekan. Dan tidak keteteran lagi. Amin

      Hapus
    2. wah..inspiratif banget...^^
      jadi ada ide nih....

      Hapus
  2. oalah.. aku sampe baca ulang ini postingan mak, awalnya gak paham. tapi sekarang udah ngerti ko.. hihih..
    keren mak, kayaknya saya juga musti nyoba nih biar blajar ngatur keuangan,

    BalasHapus