| Add caption |
Anda mungkin penasaran dengan foto ini, mau
ngebahas batik ??? kok judulnya nggak nyambung. Tenang….tenang… bahasan tentang
batik saya posting di blog yang English version aja ya, biar dibaca bule he he
hi hi, sambil promosi .
Tapi kalau
penasaran ya udah intip www.anotherfaceofindonesia.blogspot
Kantong batik ini sudah sangat akrab bagi saya sejak
saya kecil mungil (sok imut) dan saya juga nggak ngerti ya kenapa ibu saya selalu buatnya dari bahan batik.
Jaman dulu sebelum ada seminar Family Financial
Planning dlsb, ibu saya yang kreatif dan inovatif menciptakan kantong ajaib ini
untuk memposting nafkah yangditerimanya dari bapak saya setiap bulannya ke
kantong-kantong seperti ini. Dan hal
itupun menjadi kebiasaan saya dalam
mengelola keuangan keluarga. Sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan, otomatis
keberlangsungan hidup keluarga kami hanya bersumber dari suami. Oleh sebab itu
saya merasa wajib untuk mengelola keuangan dengan sebijak mungkin, ada empati
yang mendalam terhadap suami yang harus bekerja membanting tulang setiap
harinya karenanya saya tidak akan mungkin memboroskan begitu saja anggaran dana
perbulan dan kemudian dipertengahan saya minta tambahan…..nggak tega banget bok
( jiiaah, Pi….Papi….baca postingan istri berbakti ini ya)
Dengan mengunakan perencanaan pengeluaran dan
posting ke dalam kantong-kantong yang sudah tersedia, terbukti nyata mengerem
kita untuk melakukan pengeluaran siluman.
How? Bagaimana caranya?
Maaf ya
bukannya keminter alias sok pinter , siapa tahu anda sedang bingung dan bimbang
, kok tiap bulan uang belanja nggak cukup ?
Baru tengah bulan terengah-engah, akhir bulan keuangan kita wasalam.
Pertama
anda harus siapkan kantong dora emon ini. Kantong bisa dari kain sisa, minta
aja sama tetangga yang tukang jahit,
syukur-syukur minta dibikinin sekalian.Kenapa saya nggak pilih amplop kertas
saja ? Selain nggak awet juga ribet menurut saya, salah-salah keselip entah
kemana karena saya tipikal manusia
ceroboh. Saya buat bagian atas menjadi 3
kantong berukuran agak besar. Disitu
saya poskan uang setelah saya belanjakan sembako termasuk beras, gas, sabun dll
(belanja bulanan) (1). untuk dana
darurat (anak sakit, angpao pengantin, menjenguk tetangga sakit dll) , (2) dana pengeluaran wajib belum jatuh tempo
(misalnya : listrik, SPP, les, kredit Panci, beli bensin mingguan dll) dan
terakhir (3) tabungan sementara (ini untuk menampung sisa uang belanja untuk
kemudian setelah jumlahnya mencukupi disetorkan ke bank). Bagian bawahnya saya
bagi menjadi 4 baris yang masing-masing terbagi menjadi 8 kotak, total terdapat
32 kotak . Ini digunakan untuk memposting pengeluaran harian kita termasuk uang
jajan anak dan terutama belanja dapur. Mungkin anda bertanya-tanya kenapa 32 ?
bukannya 30 atau 31 ? kan tiap bulan jumlah harinya paling banyak 31, kelebihan
yang 1 kantong itu akan berguna sebagai
antisipasi bila suatu saat ada kenaikan harga tak terduga secara musiman,
alhamdullilah bila tidak terpakai kelebihan dana ini bisa anda kumpulkan untuk
keperluan lain.
Besarnya
uang yang dimasukkan ke setiap kantong masing-masing rumah tangga pasti berbeda
kisaran angkanya, Yang terpenting anda harus menukarkan uang tersebut dalam
pecahan yang diinginkan dan langsung masukkan ke dalam kantong ajaib sebelum anda
khilaf berbelanja barang yang sebenarnya tidak terlalu anda butuhkan. Setiap
hari anda akan berbelanja maka anda tinggal mengambil sesuai urutan nomor di
kantong , mis untuk tgl 1 di nomor 1 dst.Bila ternyata uang belanja anda pada hari tersebut bersisa anda
kembalikan ke kantong besar yang
digunakan untuk tabungan sementara jangan buat beli cireng ya.
Ada
beberapa hal yang harus anda cermati dalam berbelanja tiap bulannya :
1. Langsung
belanjakan kebutuhan pokok anda seperti beras,gas, sabun dan barang-barang
sembako begitu anda menerima uang.
2. Bijaklah
memilih toko yang menawarkan diskon atau harga termurah, saya lebih sering
belanja bahan pokok ke toko grosir
karena tidak terkena PPN ketimbang ke Supermarket.
3. Jangan
tunda pembayaran tagihan listrik, SPP
dll karena dengan menunda anda berpikir bahwa anda masih punya uang
berlebih dan tergoda belanja padahal sebenarnya kita masih punya kewajiban yang
belum dibayarkan.
4. Disiplin
dalam mengelola uang dan memprioritaskan pembelian barang-barang yang
benar-benar dibutuhkan.
5. Selamat
mencoba ,semoga bermanfaat.
nice sharing mbak...makasih...^_^
BalasHapussaya masih suka bermasalah dalam hal ini...hihi. suka keteteran gara2 gak dikelola dengan baik. semoga ntr bisa lebih baik lagi. Aamiin.
Terimakasih sudah mampir mbak Nunung, semoga bisa dipraktekan. Dan tidak keteteran lagi. Amin
Hapuswah..inspiratif banget...^^
Hapusjadi ada ide nih....
oalah.. aku sampe baca ulang ini postingan mak, awalnya gak paham. tapi sekarang udah ngerti ko.. hihih..
BalasHapuskeren mak, kayaknya saya juga musti nyoba nih biar blajar ngatur keuangan,