Kamis, 27 Februari 2014

Wonder Wife : Wonderful Family Life

Erik's Family


Bila seorang suami adalah rumah kokoh yang menaungi seluruh keluarga seorang istri adalah taman bunga yang memperindah dan memberi jiwa bagi para penghuninya. Kebahagiaan sebuah keluarga tidak semata-mata terletak pada ketersediaan kebutuhan jasmani yang sejak jaman purba menjadi tugas para lelaki untuk memenuhinya. Kebahagiaan ini akan tercipta bila seorang istri sebagai roda penggerak dinamika kehidupan keluarga melakukan tugasnya dengan baik.
Hal yang paling utama untuk bisa melakukan tugas dengan baik adalah kesehatan Jiwa maupun Jasmani, bila itu sudah kita miliki dan selalu jaga maka kita siap menghadapi situasi apapun. Setelah modal utama ini ada pada kita, maka ada 3 hal yang harus kita miliki untuk menjadi  seorang Wonder Wife.
Asah,Asih, Asuh.
Asah, seorang istri harus bisa menjadi motivator bagi suami untuk maju dalam karir maupun  peningkatan pengetahuannya dalam segala bidang baik itu dibidang keilmuan atau wawasan agamanya, karena suami adalah Imam bagi keluarga. Tetapi kita sendiri jangan terlalu asyik menjadi batu asahan sehingga lupa meng up grade diri, alhasil ketika suami sudah berada di level tertentu kita tampak timpang baginya. Dalam hal Asih, pada dasarnya seorang suami akan sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari istri. Terus perbaharui romansa cinta dalam perjalanan perkawinan. Tidak ada salahnya sekali-sekali kita menjelma menjadi mahluk sexi baginya untuk menghindarkan perkawinan yang monoton. Jangan pernah berpikir ah saya sudah tua, saya tak pantas lagi toh pasangan kita sebenarnya juga sama-sama menua seiring waktu. Asuh disini mengacu pada keadaan psikologi suami bahwasanya  ketika pria beranjak dewasa masih ada jiwa kanak-kanak yang terperangkap dalam tubuh dewasa. Kita sebagai Istri harus siap menjadi pelindung saat suami berada pada posisi sulit. Menjadi seorang ibu yang siap melindungi tanpa banyak bertanya sebelum situasi bisa dikendalikan dengan baik. Seperti yang dicontohkan oleh Ummul Mukminin Khadijah saat pertama kali Rasulullah kembali dari gua hira setelah menerima wahyu pertama, beliau memberikan dekapan dan dukungan tanpa banyak bertanya.  Hal pertama yang dibutuhkan seorang suami yang sedang dalam masalah adalah pengertian sang Istri bukan berondongan pertanyaan yang kadang beliau sendiri belum tahu jawabnya.
Kau buta dan aku bisu maka bergandeng tanganlah kita mengarungi kehidupan.
Seorang Istri adalah pelengkap bagi Suaminya. Seperti ketika Allah menciptakan Hawa bagi Adam ada dialog menarik yang akan saya kutip dari buku Kisah Para Nabi (Imam Ibnu Katsir) terbitan Pustaka Al Kautsar hal 26-27 berikut ini :
Quote :
As-Suddi meriwayatkan, dari Abu Saleh dan Abu malik, dari Ibnu Abbas, disebutkan pula di sanad yang lain dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud, lalu juga dari sejumlah sahabat lainnya, bahwa mereka mengatakan,
“Iblis dikeluarkan dari surga dan Adam ditempatkan di dalam surga. Namun ia berjalan sendirian tanpa ada istri yang dapat memberikan ketentraman. Lalu ketika ia bangun dari tidurnya di suatu hari ia melihat seorang wanita yang sedang duduk disamping kepalanya. Lalu Nabi Adam bertanya, “Siapa kamu?” Ia menjawab, “Aku adalah seorang wanita”. Lalu adam bertanya lagi, “ Untuk apa kamu diciptakan?” Ia menjawab,”Agar kamu dapat merasa tenteram disampingku”.
Suami dan Istri dipertemukan dalam mahligai rumah tangga untuk saling melengkapi. Maka sadarilah bahwa perbedaan karakter bukanlah suatu kekurangan tetapi celah bagi satu sama lain untuk saling mengisi. Bila suami adalah karakter tegas,pendiam dan tak banyak bicara kemungkinan besar kita adalah karakter hangat yang menceriakan suasana. Jadilah Ice Breaker yang mencairkan suasana, jangan malah kita ikutan murung dan tersingung bila suami berdiam diri. Jadilah Ice Cube sang pendingin,  bila suami sedang menjadi gunung berapi yang memuntahkan lava pijarnya. Manajemen Emosi sangat diperlukan dalam hal ini, dan itu bukan suatu hal yang susah untuk kita latih bila kita sudah bertekad untuk menjadi seorang Wonder Wife.
Cinta Yang Dewasa
Untuk sampai pada tahap cinta yang dewasa ini dibutuhkan komunikasi yang baik dari suami maupun istri. Kedewasaan suatu hubungan tidak bertolok ukur dari singkat atau lamanya umur perkawinan. Bisa jadi usia pernikahan dalam hitungan bulan sudah mencapai tahap ini dan tidak menutup kemungkinan perkawinan yang terajut belasan tahun harus kandas karena cinta yang dimiliki tak jua tumbuh dewasa. Apa yang dimaksud cinta yang dewasa? Ini adalah hasil dari jalinan komunikasi yang sehat antar pasangan sehingga lambat laun kepercayaan akan terpupuk  dan kecemburuan akan diminimalisir. Sebagai pasangan tak semua hal harus kita jadikan teritori bersama, kita tak perlu mengecek isi dompet, inbox FB, BBM dan pernak pernik lainnya milik suami. Biarlah pasangan memiliki privasinya dan kita juga memiliki privasi kita sendiri. Tetapi di satu sisi kita juga tidak saling menutupi sesuatu, contohnya saya dan suami saling tahu password masing-masing tapi itu tidak berarti kita akan saling memata-matai satu sama lain karena kami punya keyakinan bahwa sebagai orang yang beriman setiap manusia memiliki batasan yang jelas akan hal baik dan buruk. Cinta yang dewasa juga akan menghindarkan pasangan suami istri terlibat pertengkaran yang disebabkan hal sepele bahkan besar sekalipun, sebagai contoh kasus sudah jadi rahasia umum bahwa mertua dan menantu adalah seteru abadi. Banyak pertengkaran antara suami istri dikarenakan sang istri merasa di nomor duakan setelah sang mertua. Kembalikan setiap permasalahan  kepada tuntunan agama, seorang wanita adalah milik suaminya, dan seorang suami adalah milik ibunya, resapi dan maknai dalam-dalam hal itu. Maka cinta yang dewasa akan terus mengakar dalam hati kita dan menjadikan kita seorang Wonder Wife.
Bila ketiga hal diatas sudah bisa kita kuasai, niscaya kehidupan keluarga akan terasa adem ayem, suatu kondisi Sakinah, Mawadah wa Rahmah tak mustahil kita raih. Anak-anak akan tumbuh dalam keadaan keluarga yang stabil dan bahagia. Dan bisa dipastikan akan tumbuh menjadi manusia dengan kualitas prima. Wonder Wife akan menciptakan wonderful family Life.
Kebenaran hanya milik Allah, semoga bermanfaat.

ARTIKEL  INI  DISERTAKAN DALAM  GA  “WONDERFUL WIFE  By Ida Nur Laila

1 komentar: