![]() | ||||
| Musium Mbah Suro |
Sawah Lunto adalah salah satu kawasan di Sumatera Barat. Pada
masa pendudukan Belanda, kawasan yang kaya kandungan batubara
diekploitasi besar-besaran. Kandungan batubara di tempat tersebut konon
adalah Batubara dengan kualitas terbaik (7000 kalori).
Untuk
memuaskan kebutuhan dan keserakahan kaum imperialis disinilah cerita
lubang mbah Suro yang penuh peluh, darah, airmata dan penderitaan
dimulai.
Lubang mbah Suro merupakan tambang batubara pertama di
Sawahlunto. Tahun 1898 lubang ini dibuka oleh buruh paksa (orang rantai)
yang didatangkan dari Jawa.Salah satu orang rantai yang disegani dan merupakan pemimpin adalah mbah Suro.
Panjang lubang mencapai ratusan meter dengan 2 pintu angin. Pada th
1932 lubang ini ditutup dgn alasan tingginya rembesan air sungai .
Ketika kita memasuki lubang inipun tetesan air kerap menyapa seolah kita
berwisata di gua Jatijajar .
Tahun 2007 lubang dibuka kembali dgn tujuan sbg obyek wisata yang bernama Lubang mbah suro.
Berwisata di Lokasi ini, saya pribadi cukup terkesima oleh komitmen
Pemda Sawahlunto untuk menjadikan wilayahnya sebagai tujuan wisata.
Gedung administrasi tambang yang diubah menjadi museum mini ini
mengingatkan pada Gudang Garam yang pernah saya kunjungi di Rottness
Island,WA.Kecil, sederhana tapi terpelihara dan sarat informasi.
Hanya dengan Rp. 8.000 anda bisa menikmati museum mini berikut menyerap
informasi yang disuguhkan dlm display photo dan beberapa benda
peninggalan orang rantai.
Anda juga akan dipandu oleh pemandu
yang cakap dan ramah untuk menyusuri lubang mbah Suro tanpa dipungut
biaya tambahan (kami memberi tip diakhir kunjungan).
Oh ya sebelum memasuki lubang anda diharuskan mengenakan helm pengaman dan sepatu bot.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar