Kamis, 08 Januari 2015

Wisata Sawahlunto : Goedang Ransoem

Pintu masuk musium
Pintu Masuk
Mengunjungi Lubang Mbah Suro tak lengkap rasanya bila tak mengunjungi tempat ini.


Berjarak tak lebih dari 50 M dari museum Lubang Mbah Suro. Tempat ini berkaitan erat dengan aktifitas pertambangan pada masa kejayaan ombilin. Dari tempat inilah kebutuhan pangan para pekerja tambang (Orang Rantai) terpenuhi.

Konon setiap harinya dari tempat yang merupakan dapur umum tak kurang dari 65 pikul beras ditanak setiap hari berikut lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan ribuan orang rantai, para mandor dan penjaga.


Di Goedang Ransoem anda akan melihat peralatan masak tempo dulu seperti periuk2 raksasa yang masih terawat dan harus diangkat menggunakan katrol. Terdapat pula steam generator buatan Jerman bertahun 1894 yang berfungsi sebagai tungku pembakaran.

Dilokasi ini dulu merupakan komplek dapur umum yang terintegrasi dengan rumah jagal, pabrik es, gudang, kantor koperasi tambang batubara, rumah kesehatan serta rumah dinas kepala Gudang.


Tungku batubara dan penggorengan berbahan baja.  
Tungku berbahan bakar batu bara
Tiket masuk lebih murah dibanding Musium Mbah Suro yaitu Rp. 4.000 per orang. Bila anda beruntung anda bisa menyaksikan pemutaran video yang menggambarkan kegiatan di dapur umum pada masa lalu.

Sungguh layak dikunjungi.

Salah satu periuk yang digunakan untuk menanak nasi dan harus diangkat menggunakan katrol.
Panci Penanak Nasi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar