Sekelompok Nyonya Sosialita
mengundang seorang tamu untuk bergabung dalam arisan mereka. Dengan dandanan
yang super para Nyonya kaya ini mengadakan acara tersebut disebuah hotel mewah.
Tak lama kemudian anggota
terakhir tiba, semua peserta arisan secara serentak mulai berbisik satu sama
lain. Sang tamu yang penasaran menanyakan kepada ketua arisan mengapa semua
orang seperti melecehkan anggota terakhir.
Sang ketua berkata “ Dia adalah
anggota terbodoh dan paling lemah diantara kami.”
Sang tamu tampak heran, “ Benarkah?”
“Kalau anda tak percaya mari saya
buktikan”, sahut sang Nyonya.
Dipanggilnya si Nyonya Bodoh itu
mendekat. Sang ketua mengeluarkan cincin berlian dan sebuah peniti dari dalam
tas mahalnya.
“Pilihlah satu dari dua hadiah
dariku ini” diangsurkannya dua benda
tadi.
Serta merta si Nyonya Bodoh mengambil peniti tanpa ragu-ragu dengan wajah
begitu gembira. Meledaklah seluruh
ruangan dipenuhi oleh tawa para Nyonya, bahkan mereka berguling-guling sambil
memegang perut menahan geli. Keadaan sungguh kacau saat itu. Sang tamu tambah
keheranan melihat Nyonya Bodoh tampak tenang.
Ketika acara selesai sang tamu
sangat penasaran dan menemui sang Nyonya Bodoh di tempat parkir.
“Maaf Nyonya , aku hanya
penasaran mengapa engkau memilih peniti daripada cincin berlian tadi” Tanya
sang tamu.
“ Tahukah anda Nyonya, kalau aku
memilih cincin berlian maka kegembiraanku berakhir. Aku hanya mempermainkan
mereka dengan berpura-pura bodoh agar aku punya bahan tertawaan bersama
teman-temanku yang lain. Tidakkah anda lihat betapa gilanya mereka menertawakan
orang lain tanpa menyadari bahwa sebenarnya merekalah yang patut ditertawakan?”
Sebelum sang tamu melanjutkan
pertanyaannya sang Nyonya Bodoh melaju dengan Porche merahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar