Selasa, 13 Januari 2015

Hidup Adalah Permainan



Sekelompok Nyonya Sosialita mengundang seorang tamu untuk bergabung dalam arisan mereka. Dengan dandanan yang super para Nyonya kaya ini mengadakan acara tersebut disebuah hotel mewah.

Tak lama kemudian anggota terakhir tiba, semua peserta arisan secara serentak mulai berbisik satu sama lain. Sang tamu yang penasaran menanyakan kepada ketua arisan mengapa semua orang seperti melecehkan anggota terakhir.

Sang ketua berkata “ Dia adalah anggota terbodoh dan paling lemah diantara kami.” 

 Sang tamu tampak heran, “ Benarkah?”

“Kalau anda tak percaya mari saya buktikan”, sahut sang Nyonya.

Dipanggilnya si Nyonya Bodoh itu mendekat. Sang ketua mengeluarkan cincin berlian dan sebuah peniti dari dalam tas mahalnya. 

“Pilihlah satu dari dua hadiah dariku ini” diangsurkannya  dua benda tadi. 

Serta merta si Nyonya Bodoh mengambil peniti tanpa ragu-ragu dengan wajah begitu gembira. Meledaklah  seluruh ruangan dipenuhi oleh tawa para Nyonya, bahkan mereka berguling-guling sambil memegang perut menahan geli. Keadaan sungguh kacau saat itu. Sang tamu tambah keheranan melihat Nyonya Bodoh tampak tenang.

Ketika acara selesai sang tamu sangat penasaran dan menemui sang Nyonya Bodoh di tempat parkir.

“Maaf Nyonya , aku hanya penasaran mengapa engkau memilih peniti daripada cincin berlian tadi” Tanya sang tamu.

“ Tahukah anda Nyonya, kalau aku memilih cincin berlian maka kegembiraanku berakhir. Aku hanya mempermainkan mereka dengan berpura-pura bodoh agar aku punya bahan tertawaan bersama teman-temanku yang lain. Tidakkah anda lihat betapa gilanya mereka menertawakan orang lain tanpa menyadari bahwa sebenarnya merekalah yang patut ditertawakan?”

Sebelum sang tamu melanjutkan pertanyaannya sang Nyonya Bodoh melaju dengan Porche merahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar